Siswa Berjualan di Sekolah, Mengapa Tidak?

Pendidikan mahal, mungkin itulah yang dirasakan oleh orang-orang zaman dulu hingga zaman sekarang ini, pendidikan memang sangatlah penting untuk kehidupan dimasa depan yang akan datang. Belakangan ini, kegiatan berjualan di sekolah dimasa dulu bukanlah menjadi suatu hal yang langka, ada beberapa siswa yang berjualan di lingkungan sekolah dengan mengenakan seragam sekolah.

Berjualan di sekolah? Berjualan tidak mengganggu pembelajaran kepada diri siswa tersebut di sekolah, di setiap jam istirahat dia memulai berjualan atau di waktu senggang dengan barang dagangan bawaannya.Tak ada keraguaan bagi remaja untuk berjualan disekolah, mengapa malu? Dia tidak malu karena perjuangan ekonomi ini bukan perjuangan memalukan, melainkan mulia.

Selain itu, berjualan dapat dijadikan sarana edukasi bagi siswa lain. Siswa/i yang berjualan disekolah, adapula segelintir pengamatan yang mengkhawatirkan menurunnya nilai akademik prestasi pada siswa yang sedang jualan. Inilah keunikan disekolah, namun menuai pro dan kontra.

Menurut saya, sangat setuju adanya siswa yang berjualan di sekolah, bagi saya sebagai pendidik sangat menghargai inisiaf siswa untuk berwirausaha di sekolah dengan catatan tidak mengganggu jam pelajaran di sekolah dan tidak ada sampah yang tertinggal sedikit pun. Kegiatan berjualan disekolah menjual berbagai kreasi makanan dan minuman, dari sisi positifnya berjualan disekolah dapat mengembangkan jiwa siswa sekaligus karakter siswa dan juga pengalaman yang diperoleh. Dapat dikembangkan lagi saat nanti menjenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Pengalaman tersebut dapat menguntungkan dan bermanfaat untuk kedepannya, dari itulah kita jadi mengerti bagaimana caranya berwirausaha dengan baik perlahan akan menjadi lebih baik lagi cara berwirausaha. Dengan berjualan di sekolah siswa dapat bersosialisasi kepada semua siswa tidak hanya teman sekelasnya saja.

Siswa yang berjualan di sekolah itu, hanya untuk kelangsungan pendidikannya atau hanya untuk membantu orang tuanya? Keuntungan dari penjualannya tersebut digunakan untuk menambah uang saku, jajan, menabung dan membantu meringankan beban biaya orang tua.

Meski dengan penuh perjuangan, tapi pengalaman yang satu ini membuat generasi lebih kuat dan berani mengambil keputusan, berbisnis memang bukan hanya milik orang dewasa. Semua orang bisa mengelutinya apapun latar belakang keluarganya, pendidikan ekonomi, baik dari kalangan mampu maupun tidak mampu. Dibalik perjalanan panjang menghasilkan keberhasilan.

Berjualan boleh saja tanpa mengganggu pembelajaran, dari berjualanlah siswa jadi begitu total kepercayaan pada dirinya, dari mulai kesibukannya dengan berjualan, aktif dalam organisasi, dan aktif diberbagai kegiatan sekolah, kegiatan padat itu tidak membuat pretasi akademik menurun. “Untuk anak muda harus berani dalam melakukan hal, jangan pernah malu terhadap skill yang kita punya karena dari skill kita itu yang menjadi penolong, kita harus mengandalkan skill itu”. Harus bisa dijadikan inspirasi belajar untuk memulai berdagangan. 


Keywords : Pelajar, Ekonomi

Kelompok : Alivia Syifa Natasya dan Rosita Dwi Syafitri 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Esai Sastra Novel “Oh My Savior” oleh Karmila Nur Alifia

Esai Sastra Novel ''Laskar Pelangi'' oleh Febiyani Fadillah

Esai Sastra Novel “Saga” oleh Tio Rifaldo